Beranda » Tourism » Arum Jeram Sungai Asahan

Kamis, 15 Juli 2010 - 04:28:22 WIB
Arum Jeram Sungai Asahan
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Tourism - Dibaca: 3584 kali

(Jakarta - IMN). Sungai Asahan merupakan sungai besar yang ada di Provinsi Sumatra Utara. Sungai ini memiliki hulu di Danau Toba, mengalir melalui pintu Bendungan Sigura-gura menyusuri daerah hilir. Air Sungai Asahan mengalir melewati beberapa wilayah di Kabupaten Asahan dan bermuara di Teluk Nibung, Selat Malaka. Topografi alam yang terdapat di sepanjang sungai ini terkenal berliku, bergelombang, curam, dan diapit oleh tebing-tebing terjal. Sedangkan air sungai yang mengalir rata-rata kondisinya deras, berombak tinggi, serta dengan debit air yang tinggi. Debit air yang mengalir di sungai ini mencapai 120 meter kubik per detik dengan kedalaman rata-rata sekitar 5 meter. Arus yang deras, medan berbahaya, dan jeram-jeram ekstrim menjadikan sungai ini sebagai salah satu tempat favorit untuk melakukan kegiatan olahraga arung jeram.


Sungai Asahan yang biasa diarungi untuk kegiatan olahraga arung jeram berada pada area sepanjang 22 km, mulai dari Desa Tangga atau tepat di depan pintu Bendungan Sigura-gura hingga Bandar Pulau, yang menjadi muara sungai. Tingkat kesulitan yang disuguhkan sepanjang sungai pun cukup bervariasi, mulai dari ringan hingga paling berbahaya dan menakutkan yang dikelompokkan menjadi 4 bagian. Untuk tingkat kesulitan yang ringan berada pada daerah dua atau setelah hulu sungai dan daerah empat atau hilir sungai. Sementara untuk tingkat kesulitan yang berbahaya dan ekstrim justru berada pada daerah hulu atau bagian pertama dan pada daerah tiga atau sebelum daerah hilir sungai.

Walaupun Sungai Asahan menjadi tempat favorit latihan bagi atlit lokal dan nasional, tetapi sungai ini belum dikenal di kalangan atlit arung jeram internasional. Baru sekitar tahun 2000, bertepatan dengan penyelenggaraan lomba arung jeram skala internasional, sungai ini baru dikenal oleh pecinta (atlit) olahraga arung jeram dunia. Sejak saat itu, sungai ini selalu ramai dikunjungi baik dari provinsi lain di Indonesia maupun dari mancanegara untuk melakukan olahraga arung jeram. Semenjak tahun 2000 itu juga hingga sekarang, Pemerintah Daerah Kabupaten Asahan selalu mengagendakan perlombaan arung jeram sebagai salah satu kegiatan tahunan. Hal ini dilakukan, sebagai salah satu upaya menarik minat para wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Asahan.

B. Keistimewaan

Sebagai lokasi olahraga arung jeram, Sungai Asahan oleh pecinta olahraga arung jeram internasional dikategorikan sebagai sungai terbaik ke 3 di dunia setelah Sungai Zambesi di Afrika dan Sungai Colorado di Amerika Serikat. Hal tersebut tidak lepas dari tingkat kesulitan sungai ini yang berada pada grade (kesulitan) antara 4—5+. Dengan tingkat kesulitan seperti ini, biasanya hanya sedikit orang yang mampu mengarungi sungai tersebut. Para atlit yang akan terjun mengarungi sungai harus betul-betul profesional, lincah dalam mengendalikan perahu, serta memiliki pengalaman lebih. Selain tingkat kesulitan yang ekstrim dan berbahaya, sungai ini terkenal dengan keindahan alamnya yang alami.

Medan yang terdapat di Sungai Asahan terbagi menjadi empat jalur. Jalur tersebut dibedakan sesuai dengan tingkat kesulitan medannya. Pertama, Never-Ever-Ends atau jalur yang saling bertautan dan tidak terputus-putus. Pada bagian Never-Ever-Ends yang termasuk dalam tingkat kesulitan antara 4—5 ini, seolah tidak memberikan kesempatan bagi para atlit untuk bersantai agar dapat mengatur posisi duduknya ketika mengayuh. Jalur ini dimulai dari pintu Bendungan Sigura-gura sebagai hulu Sungai Asahan hingga Jembatan Parhitean, jembatan peninggalan pemerintah kolonial Hindia Belanda, dengan panjang arena jeram sekitar 3,5 km.

Kedua, Hula-Huli Run. Pada bagian Hula-Huli Run, tingkat kesulitannya berada pada 2 level di bawah jalur pertama. Sehingga, daerah ini medannya tergolong ringan dan tentunya lebih mudah dilalui. Untuk rute sepanjang 2,5 km ini, dimulai dari Jembatan Parhitean dan berakhir di Desa Hula-Huli dengan tingkat kesulitan antara 3—4.

Tiga, Middle Section. Jalur ini, dikategorikan sebagai jeram-jeram yang paling sulit untuk dilalui, bahkan medan ini sering disebut dengan Nightmare (mimpi buruk). Dengan tingkat kesulitan yang berada pada grade 5+, sungai ini terkenal ganas, berbahaya, dan liar untuk dilewati. Untuk melewati jalur ini, para atlit yang akan mengarunginya betul-betul harus bernyali besar, profesional, dan terlatih. Selain itu, kesiapan dan ketangkasan fisik dan faktor pengalaman sangat dibutuhkan agar dapat menaklukkan jalur ini dengan selamat dan terhindar dari kecelakaan yang berakibat fatal.

Empat, Halim Run. Jalur ini merupakan jalur yang paling aman dan mudah. Pada jalur yang biasanya ditempuh selama 3,5 jam inilah kegiatan olahraga arung jeram yang diperuntukkan bagi para pelancong dilakukan. Jalur ini berakhir di daerah Bandar Pulau yang berbatasan dengan laut lepas, Selat Malaka.

Sebelum menjajal arus Sungai Asahan dengan medan-medan yang menantang tersebut, biasanya para pelancong diberikan pengarahan oleh instruktur tentang penyelamatan diri ketika terjadi kecelakaan. Ini dilakukan, agar mereka yang akan mengarungi sungai dengan perahu jeram bisa selamat ketika perahu terbalik dan dihempas oleh derasnya arus sungai.

Untuk mengarungi sungai ini, para wisatawan dapat menggunakan dua pilihan perahu. Jika berada pada daerah yang berbahaya, kegiatan jeram hanya bisa dilakukan dengan menggunakan perahu arung jeram yang dikayuh secara berkelompok. Tetapi, jika berada pada daerah yang aman, maka para atlit bisa menggunakan perahu kayak yang bisa dikayuh perorangan.


Atlit sedang mengayuh kayak untuk mengarungi Sungai Asahan.

Dinding-dinding tebing yang menjulang tinggi, hingga mencapai 200 meter yang terdapat di sebagian tempat di bantaran Sungai Asahan juga menarik untuk dijadikan arena olahraga panjat tebing. Keindahan dinding tersebut dilengkapi oleh beberapa air terjun dengan deburan air yang jatuh membentuk kabut air yang memancarkan sinar pelangi indah ketika berpadu dengan sinar mentari.

C. Lokasi

Sungai Asahan terdapat di Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatra Utara, Indonesia.

D. Akses

Untuk menuju Sungai Asahan, perjalanan dapat ditempuh dengan menggunakan angkutan umum (bus), mobil pribadi, atau mobil sewaan melalui dua jalur alternatif. Pertama, rute Kisaran. Jika menggunakan angkutan umum, perjalanan dimulai dari Bandar Udara Polonia Medan menuju Kisaran, lalu menuju Bandar Pulau. Dari Bandar Pulau perjalanan dilanjutkan ke Desa Tangga atau Parhitean dengan menggunakan angkutan pedesaan. Jarak yang harus ditempuh melalui rute Kisaran ini sekitar 90 km dengan kondisi jalan yang berlubang dan waktu tempuh sekitar 3,5 jam.

Kedua, rute Kota Medan—Porsea. Perjalanan dimulai dari Bandar Udara Polonia Medan di Kota Medan menuju Porsea, Kabupaten Toba Samosir melewati jalan Lintas Tengah Sumatra yang berjarak sekitar 200 km dengan waktu tempuh sekitar 4 sampai 5 jam. Dari Porsea, perjalanan dilanjutkan ke Desa Tangga atau Parhitean sejauh 35 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam. Jika melewati jalur ini, para wisatawan dapat menyaksikan hamparan indah pesona alam Danau Toba.

E. Harga Tiket

Tidak dipungut biaya.

F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya

Para wisatawan yang ingin mengikuti kegiatan olahraga arung jeram di Sungai Asahan dapat memanfaatkan tenaga pendamping untuk mengetahui seluk beluk sungai. Biasanya tenaga pendamping tersebut juga akan memberi pengarahan kepada wisatawan mengenai tips yang aman dalam mengarungi sungai serta sikap badan ketika terjadi hempasan dan perahu yang dikayuh terbalik.

Jika wisatawan datang dari luar daerah dan ingin menginap, dapat menyewa kamar di rumah-rumah penduduk yang biasanya sering disewakan jika ada yang membutuhkan. Sementara untuk memenuhi kebutuhan logistik, disarankan kepada wisatawan untuk mempersiapkan sendiri sebelum berangkat ke daerah Sungai Asahan.

(Diolah dari berbagai sumber/Noor Fadlli Marh/wm/79/12-08)

Sumber Foto: www.flickr.com (Jacko Agun/arung jeram, Rugerry/Bendungan Sigura-gura, Noorhadi Saleh/Danau Toba)






0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 













173154

Pengunjung hari ini : 41
Total pengunjung : 36632

Hits hari ini : 218
Total Hits : 173154

Pengunjung Online: 6





a21


a20

<p>Sample01</p>
Sample01

<p><span style="font-size: small;">Potensi ini dimanfaatkan oleh Persatuan Olahraga Arung Jeram Provinsi Jambi yang berinduk pada Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PORDASI), sebagai tempat latihan. Perlahan namun pasti, kegiatan olahraga arung jeram di Sungai Manau mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
Sample02

<p>Potensi ini dimanfaatkan oleh Persatuan Olahraga Arung Jeram Provinsi Jambi yang berinduk pada Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PORDASI), sebagai tempat latihan. Perlahan namun pasti, kegiatan olahraga arung jeram di Sungai Manau mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. Bahkan, atlet yang ikut latihan pun mulai berdatangan dari luar daerah. </p>
Sample03

<p>Sample01</p>
Sample04

<p>Sample01</p>
Sample05

<p>Sample01</p>
Sample06

<p>Sample01</p>
Sample07

<p>Sample01</p>
Sample08

<p>Sample01</p>
Sample09

<p>Sample01</p>
Sample10

<p>Game Harry Potter</p>
Sample11

<p>Sample01</p>
Sample12

<p>Sample01</p>
Sample13

<p>Bayi unik sedang melakukan push-up</p>
Sample14

<p>Anda Membutuhkan Lampu kapal Hubungi kami</p>
Lampu Kapal