Beranda » News » Indonesia Negara Maritim Terbesar di Dunia

Senin, 26 April 2010 - 10:27:51 WIB
Indonesia Negara Maritim Terbesar di Dunia
Diposting oleh : Administrator
Kategori: News - Dibaca: 3582 kali

Surabaya (IMN) Tahun 2025 agaknya tidak terlalu lama jika dihitung dari tahun 2010, karena tinggal 15 tahun lagi.

Menggapai impian Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia akan menjadi kenyataan. Paling tidak, kenyataan itu telah diimpikan oleh Menteri Perindustrian Ir M.S. Hidayat yang telah menyiapkan Roadmap 2025.

Roadmap 2025 yang diimpikan itu dikemukakan saat dirinya menjadi pembicara utama dalam dialog interaktif bertajuk "Revitalisasi Industri Manufaktur Maritim" dalam rangka "Semarak Mahasiswa Perkapalan" (Sampan) ke-4 di ITS Surabaya (3/3).

Indonesia sebenarnya merupakan negara maritim terbesar di dunia, karena 2/3 wilayahnya merupakan wilayah lautan," kata menteri yang juga Ketua Umum Kadin itu.

Bahkan, lanjutnya di hadapan ratusan mahasiswa Teknik Perkapalan dari berbagai universitas di Indonesia itu, wilayah lautan yang dimiliki Indonesia itu sangat kaya dengan sumber daya alam.

Laut kita memiliki potensi pertambangan, perikanan, pariwisata, dan sebagainya. Karena itu, saya akan memprioritaskan sektor industri perkapalan untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara maritim terbesar di dunia pada tahun 2025 ucapnya menegaskan.

Apalagi, industri perkapalan dalam negeri saat ini berjumlah 250-an perusahaan dengan kemampuan bangunan masih terpasang 750.000 DWT per tahun dan reparasi 10 juta DWT per tahun.

"Kita juga sudah mampu membangun kapal baru dengan berbagai jenis, tipe, dan ukuran sampai dengan kapasitas 50.000 DWT. Karena itu, akan kami tingkatkan hingga 150.000 DWT pada tahun 2014 dab 300.000 DWT pada 2025," paparnya.
Sebagai pengusaha, MS Hidayat mengaku dirinya telah menyiapkan langkah-langkah praktis. "Saya datang ke sini (ITS) supaya program pemerintah bisa 'connect' dengan dunia pendidikan," katanya. Kepada perguruan tinggi, ia berjanji akan mendukung pengembangan Pusat Desain Kapal Nasional (Nasdec) yang ada di ITS Surabaya dan pengembangan penelitian tentang industri perkapalan nasional. Selain itu, pemerintah sudah mengeluarkan Inpres 5/2005 tentang Pemberdayaan Industri Pelayaran Nasional (asas cabotage) dan insentif BMDTP (bea masuk di tanggung pemerintah) untuk impor komponen kapal yang belum diproduk di dalam negeri. "Sewaktu bertemu delegasi Jepang, saya menyampaikan sektor perkapalan sebagai prioritas kerja sama yang baru. Bahkan saya menyatakan siap membantu penyediaan kapal untuk PT Inpex Corp," tuturnya. PT Inpex Corp merupakan perusahaan besar dari Jepang yang bergerak di bidang minyak dan gas. Mereka berencana mengerjakan proyek eksplorasi blok Masela di Laut Timor. "Kalau proyek senilai 15 miliar dolar AS itu berjalan, saya yakin mereka akan membutuhkan banyak kapal, karena itu saya minta hak pembuatan kapal untuk proyek itu. Itu akan saya pertegas saat saya ke Jepang pada 14 Maret," ujarnya. Potensi kebutuhan Impian tentang Indonesia sebagai negara maritim terbesar pada tahun 2025 itu, agaknya sudah terlihat dari potensi kebutuhan terhadap hasil atau produk dari industri perkapalan di dalam negeri. Misalnya, PT Pertamina yang merencanakan untuk membangun empat unit kapal LPG Carrier 3500 CuM pada tahun ini. "Kami belum tahu kebutuhan secara persis, tapi kami selama ini menyewa 20 kapal LPG," kata Koordinator Pembangunan Kapal Pertamina Shipping, Ir Soebagjo H. Moeljanto. Di sela-sela "Semarak Mahasiswa Perkapalan" (SAMPAN) ke-4 dalam rangka 50 tahun Teknik Perkapalan FTK-ITS Surabaya, ia mengemukakan, ke-20 kapal LPG disewa dari perusahaan asing dan dalam negeri. "Tapi, mayoritas kapal LPG itu kami sewa dari perusahaan asing, karena itu akan kami kurangi secara bertahap. Untuk itu, kami merencanakan untuk membangun empat unit kapal LPG pada tahun ini," ucapnya menjelaskan. Menurut dia, potensi kebutuhan yang akan dipenuhi secara bertahap dengan kapal LPG yang bukan menyewa itu merupakan keniscayaan, mengingat LPG akan segera menggantikan keberadaan minyak tanah. "Tahun ini, Jakarta sudah bebas minyak tanah, kemudian nantinya meluas ke provinsi lain. Karena itu, kami akan membangun kapal LPG dan juga terminal LPG," ujarnya. Ibarat gayung bersambut, potensi kebutuhan itu dilihat sebagai "tantangan" oleh Direktur Industri Maritim dan Jasa Keteknikan, Direktorat Alat Transportasi dan Telematika, Kementerian Perindustrian, Ir Soerjono, M.M. "Karena itu, pemerintah merencanakan untuk membangun tiga galangan kapal pada tahun 2010. Ketiga galangan kapal itu, yakni dua galangan kapal di Lamongan dan sebuah galangan kapal di Cilegon," paparnya. Menurut dia, pembangunan ketiga galangan kapal itu akan selesai pada akhir tahun 2010, karena itu diperkirakan akan mulai beroperasi pada tahun 2011. "Yang jelas, galangan kapal itu perlu dibangun, karena saat ini untuk reparasi kapal saja perlu antre, sehingga semuanya bisa menjadi terlambat," ujarnya menambahkan. Keyakinan akan potensi kebutuhan yang besar terhadap industri perkapalan itu diakui Menperin MS Hidayat. "Saya yakin, potensi sektor industri perkapalan di negara kita cukup besar, seperti kapal untuk patroli, kapal untuk transportasi antarpulau, kapal untuk perikanan, dan kapal untuk wisata," katanya. Bahkan, pihaknya berencana menjadikan Surabaya sebagai pusat dari sektor industri perkapalan. Karena itu, pihaknya akan memberikan dukungan penuh, termasuk regulasi. "Saya juga akan membentuk salah satu dari dua direktorat jenderal (ditjen) yang baru adalah Ditjen Industri Maritim. Jadi, orientasi kebijakan pembangunan kita harus diubah dari orientasi selama ini ke darat menjadi orientasi ke laut," katanya. (Antara-Jawa timur)



0 Komentar :



Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 













171862

Pengunjung hari ini : 30
Total pengunjung : 36479

Hits hari ini : 149
Total Hits : 171862

Pengunjung Online: 2





a21


a20

<p>Sample01</p>
Sample01

<p><span style="font-size: small;">Potensi ini dimanfaatkan oleh Persatuan Olahraga Arung Jeram Provinsi Jambi yang berinduk pada Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PORDASI), sebagai tempat latihan. Perlahan namun pasti, kegiatan olahraga arung jeram di Sungai Manau mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan.</span></p>
<p><span style="font-size: small;"> </span></p>
Sample02

<p>Potensi ini dimanfaatkan oleh Persatuan Olahraga Arung Jeram Provinsi Jambi yang berinduk pada Persatuan Olahraga Dayung Indonesia (PORDASI), sebagai tempat latihan. Perlahan namun pasti, kegiatan olahraga arung jeram di Sungai Manau mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. Bahkan, atlet yang ikut latihan pun mulai berdatangan dari luar daerah. </p>
Sample03

<p>Sample01</p>
Sample04

<p>Sample01</p>
Sample05

<p>Sample01</p>
Sample06

<p>Sample01</p>
Sample07

<p>Sample01</p>
Sample08

<p>Sample01</p>
Sample09

<p>Sample01</p>
Sample10

<p>Game Harry Potter</p>
Sample11

<p>Sample01</p>
Sample12

<p>Sample01</p>
Sample13

<p>Bayi unik sedang melakukan push-up</p>
Sample14

<p>Anda Membutuhkan Lampu kapal Hubungi kami</p>
Lampu Kapal